Selamat Datang,Ahlan Wa Sahlan,Welcome,Alu-alukan,환영,Bienvenue..

Kekuatan raga itu tidak sebanding dengan kekuatan azam, tekad dan semangat.
Jika raga ini bisa kelelahan, namun azam, tekad dan semangat ini tidak boleh mundur walaupun untuk sesaat.
Faidza 'azamta fatawakkal 'alallah.
.Bismillah.


Senin, 14 Januari 2013

KHADIJAH MASA KINI... WANITA DALAM DAKWAH

 Bismillah
Assalamu'alaikum Warohmatullah
 Robbana.. Ya Allah.. terlalu Indah kisah ini, bukan kisah fiksi namun ini nyata. membacanya pasti membuat hati merasa iri sekali.. pagi ini Allah mengirimkan ilmuNya dengan cara yang sangat SEMPURNA. Alhamdulillah.
tidak ada lagi KARTINI ABAD MODERN... 
sekarang harus diganti menjadi KHADIJAH ABAD MODERN ...
"seketika aku menoleh ke kanan, kuteringat pada buku Indah bercover merah disampingku bertuliskan "KHADIJAH; Drama Cinta Abadi Sang Nabi" yang masih separuh ku baca... hari ini ku azzamkan diri menghabiskannya.. Bismillah.
 hingga membaca artikel ini, "AKU INGIN SEPERTI KHADIJAH"..
    SELAMAT MEMBACA... SELAMAT TERINSPIRASI..
Subhanallah, dialah Khodijah jamaah dakwah ini. Sungguh teladannya terlalu sempurna hingga semua menangis deras membacanya.
______________________

"Selamat Jalan Isteriku, Engkau Layak Atas Karunia Syahid itu... .."

17 tahun yang lalu, saat masih aktif menjadi penulis buletin dakwah, aku membaca nama pelanggan yang memesan buletin tersebut. Hj. Robiatul Adawiyah, pasti wanita yang sudah tua. Sudah naik haji dan namanya jadul sekali.

“Akhi, seperti apa sih ibu Robiatul ini,” tanyaku kepada Pak Marjani yang bertugas mengantar buletin. ”Ndak tahu, nggak pernah ketemu, yang saya tahu dia pesan buletin itu untuk dikirim via bis ke Kotabangun”.

Wah wanita yang mulia, mau menyisihkan uang untuk berdakwah kepada masyarakat di hulu sungai Mahakam. Tak lama kemudian setelah kita menikah, Buletin Ad Dakwah dari Yayasan Al Ishlah Samarinda diantar ke rumah. Ternyata wanita mulia tersebut adalah engkau istriku, bukan wanita tua seperti yang kukira. Melainkan mahasiswi yang aktif mengajar di Taman Al Quran.

Istriku, beruntung aku dapat memilikimu. Sudah beberapa pemuda kaya yang mencoba mendekatimu tetapi selalu kau tolak. Kelembutanmu dan kedudukanmu sebagai putri seorang ulama besar menjadi magnet bagi para pria yang ingin memiliki istri sholehah. Kamu beralasan belum ingin menikah karena mau konsentrasi kuliah. Padahal alasan utamanya adalah kamu masih ragu dengan kesholehan mereka. Ketika Ustadzah Purwinahyu merekomendasika­n diriku, tanpa banyak tanya kau langsung menerimaku. Hanya karena aku aktif ikut pengajian kau mau menerimaku, tanpa peduli berapa penghasilanku.

Istriku, semua orang mengakui bahwa kau wanita yang tangguh. Jarang seorang wanita bercita-cita memiliki delapan anak sepertimu. Melihatmu seperti melihat wanita Palestina yang berada di Indonesia. Jika bertemu dengan Ustadz Hadi Mulyadi, suami mba Erni ustadzahmu, pasti pertanyaan pertama kepadaku adalah, “ Berapa sekarang anakmu?”. Sering orang bertanya kepadaku, “ Gimana caranya ngurus anak sebanyak itu?” Mudah, rahasianya adalah menikahi wanita yang tangguh sepertimu.

Kehangatanmu membuat anak-anak kita merasa nyaman di dekatmu. Di saat kau lelah sepulang dari mengisi halaqoh atau ta’lim mereka segera menyambutmu dan melepaskan kekangenan mereka. Kadang lucu melihat mereka membuntuti kemana kamu pergi. Kamu ke dapur mereka bergerombol di sekitarmu, pindah ke ruang tamu, pindah pula mereka ke ruang tamu. Masuk ke kamar, berbondong-bond­ong mereka ke kamar. Sampai ada anak yang selalu memegang-megang­ bajumu dan kamu berkomentar,” Nih anak kayak prangko aja, nempeeel terus.” Jangan salahkan mereka, akupun memiliki perasaan yang sama dengan mereka.

Kadang jika cintaku meluap aku berkata padamu, ”Bener nih kamu ndak nyantet aku? Aku kok bisa tergila-gila begini sama kamu?” Kamu tersenyum dan berkata, "cinta Umi ke Abi lebih besar dari cinta Abi ke Umi, Abi aja yang ndak tahu.”

Rasulullah bersabda, "Nikahilah perempuan yang penyayang dan dapat mempunyai anak banyak karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab banyaknya kamu dihadapan para Nabi nanti pada hari kiamat” (HR. Ahmad). Sungguh aku merasa telah mendapatkan segalanya dengan kau di sisiku.

Kepribadianmu yang mudah bergaul menjadikanmu disenangi oleh banyak orang. Kamal berkata, “Umi terkenal banget di sekolah. Aku, Mba Aisyah, Mas Nashih, Hamidah, Hilma ini terkenal di sekolah karena anak Umi. Guru-guru kenal kami karena kami anak umi.” Aku ingat perjuanganmu menggalang beberapa orang tua murid ke kantor diknas untuk meminta tambahan kelas agar anak kita yang terlalu muda bisa diterima sekolah. Akhirnya SDN 006 Balikpapan mendapat tambahan kelas dan anak kita bisa bersekolah di sana. Seharusnya aku yang melakukan hal itu, bukan kamu.

Aku terpesona dengan caramu menjalin silaturahim dengan keluarga besarmu. Ketika kita pindah ke Balikpapan, sering kakak-kakakmu menelpon menanyakan kapan liburan ke Samarinda. Mereka rindu kepadamu. Kakakmu KH. Fachrudin, seringkali menelpon, "Kita mau ngadain acara ini, kamu ke Samarinda kah?” Sya’rani, kakakmu yang sering bepergian ke Jawa, ketika mendarat di Balikpapan pun sering berkata, "Baru dari Jawa, mau ikut saya sekalian naik mobil ke Samarinda?” Keponakan-kepon­akanmu pun sering bertanya, “Acil Robiah kapan ke Samarinda?” Jika kita liburan ke Samarinda, maka kemeriahan meledak begitu mendengar suaramu mengucapkan salam. “Wah, Haji Robiah dari Balikpapan.”

Aku kagum dengan semangatmu melaksanakan amanah dakwahmu. Sering kerinduanmu kepada keluargamu tertahan karena ada amanah dakwah yang harus kamu kerjakan. ”Sebenarnya akhir pekan ini keluarga besar kumpul. Ada acara keluarga. Tapi ada halaqoh ini dan majelis talim ini jadi ndak bisa ke Samarinda.” Semoga Allah SWT memasukkanmu ke dalam barisan orang-orang yang berjuang menegakkan agama ini.

Kesibukanmu berdakwah memang menyita waktumu. Tapi aku ridho karena kau tetap komitmen untuk mengurus rumah tangga dengan baik. Aku ridho ketika PKS berdiri, kamu bergabung dan berdakwah bersama mereka. Kulihat kau begitu menikmati hidupmu yang mungkin bagi pandangan sebagian orang sangat melelahkan.

Kamu juga aktif mengisi kajian Siroh Shahabiyah di Radio IDC FM. Ketika engkau ingin berhenti karena hamil dan mengajukan ustadzah lain, mba Irna yang mengasuh acara menolak dan mengatakan sebaiknya cuti saja dan sementara akan diputar ulang rekaman yang terdahulu. Saya tahu mereka pun telah jatuh cinta kepadamu.

Saat Ustadz Cahyadi mengadakan pelatihan keluarga, beliau meminta para peserta menulis tentang pasangannya. Aku terkejut ternyata engkau mengenaliku dengan baik. Engkau tahu makanan yang kusukai dan kubenci, teman-teman yang kuanggap shahabatku, karakter-karakt­erku, dan teman-teman Halaqohku. Diam-diam engkau memperhatikanku­. Terimakasih telah memahami diriku.

Pernah kau mengatakan bahwa kau ingin naik haji bersamaku. Aku mengatakan bahwa kamu sudah naik haji sehingga tidak wajib lagi. Kalau aku punya uang aku akan mengajak anak kita naik haji bukan kamu. Kamu berkata, “Aku akan kumpulkan uang daganganku agar bisa naik haji bersamamu.” Kamu pernah bercerita bahwa saking nikmatnya berada di Kota Mekah, kamu pernah berusaha tukar kloter dengan orang lain agar bisa bertahan lebih lama di kota Mekah.

Istriku, aku suka dengan caramu berbakti kepadaku. Ketika ustadz Muhadi mengajakku mendirikan SDIT Nurul Fikri Balikpapan kau pun mendukungku. Padahal kau tahu bahwa ini akan kembali mengurangi jatah uang belanja untukmu. Bahkan kau berkata, "Aku akan alihkan infaq-infaq yang selama ini ke lembaga zakat ke Nurul Fikri.” Selama ini kau memang menyisihkan uang transport dari mengisi majelis-majelis­ ta’lim untuk menunjang dakwahmu.

Istriku, aku menikmati sentuhan bibirmu ke pundakku sambil memelukku di saat kita naik motor berdua. Mungkin itu caramu menunjukkan kesetiaanmu. Aku tersanjung dengan gayamu menunjukkan cemburumu. Aku merindukan caramu menegurku jika engkau melihatku lalai dalam urusan agama kita. Aku merasa bahagia saat kau memujiku. Aku merasa hebat ketika engkau bermanja kepadaku.

Aku salut dengan kecintaanmu terhadap ilmu. Setiap ada ta’lim yang mendatangkan ustadz yang berkualitas kau berkata, “Harus duluan nih biar dapat duduk di depan.” Sayang, karena begitu banyaknya anakmu terkadang kau terhambat untuk berada di depan. Pernah kau begitu sedih karena tidak dapat menghadiri ta’lim yang diisi DR. Samiun Jazuli. Terlintas di dalam pikiranku, kelak aku akan membiayaimu untuk melanjutkan kuliah S2 agar kau bahagia.

Kau juga begitu bersemangat mengikuti tatsqif (Kajian Tsaqofah Islam) yang diadakan oleh PKS. Ketika ada ujian tatsqif, kau berusaha mengerjakan soal-soal tanpa berusaha menyontek. Tiba-tiba kau mendengar peserta ujian yang lain di sebelahmu saling berbisik tentang jawaban soal yang engkau tidak bisa mengerjakannya.­ Kamu pun menulis jawaban tersebut. Sepulang ke rumah engkau begitu menyesal dan gelisah. Engkau merasa berbuat curang karena mengerjakan soal dari mendengar percakapan orang lain. “Gimana nih Mas, aku sudah nyontek?” tanyamu. Aku jawab sambil bercanda, "Telpon dosennya, minta dicoret jawabanmu yang dapat dari hasil mendengar itu”. Ternyata engkau benar-benar menelpon ustadz Fahrur agar jawaban atas soal tersebut dicoret saja. Itu yang sering kulihat darimu, begitu takut akan dosa-dosamu. Aku bangga padamu istriku.

Istriku, hal yang sering membuatku bergetar adalah di saat melihat engkau sholat. Begitu khusyuk dan menjaga adab. Tidak pernah aku melihatmu terburu-buru di dalam sholat. Aku menikmati melihat caramu menghadap Tuhanmu. Selelah apapun dirimu kamu selalu berusaha membaca Quran satu juz perhari. Engkau juga tidak ingin meninggalkan dzikir harianmu. Haru rasanya saat-saat melihatmu tertidur dengan Quran masih berada di tanganmu.

Sering aku berangan-angan aku akan membahagiakanmu­ kelak saat anak-anak sudah besar. Aku akan mengajakmu berjalan-jalan ke kota wisata. Aku akan membelikanmu perhiasan walaupun sekedarnya. Karaktermu yang tidak pernah meminta memang membuatku lalai memperhatikan kebutuhanmu. Bahkan motor pun tidak pernah kubelikan. Motor butut yang kau pakai adalah motor yang memang telah kau bawa dan kau miliki sejak masih gadis.

Aku yakin bahwa kebersihan hatimulah yang memancarkan aura persahabatan dari wajahmu. Banyak yang mengatakan kepadaku, ”Beliau adalah tempat saya menyampaikan curhat.” Terkadang kau terlambat pulang dari mengisi pengajian, ketika ku tanya kenapa terlambat, kau menjawab, “Kasihan ada yang pingin curhat, jadi dengerin dia dulu. Semoga Allah segera kasih dia jalan keluar.” Saya yakin mereka curhat kepadamu karena mereka merasakan kebaikanmu.

Kamu sering memujiku, “Suami yang pintar”. Kulihat, kamulah yang lebih pintar mengaplikasikan­ teori ke dalam praktek dunia nyata. Sebenarnya aku banyak belajar darimu. Kamu pintar sekali memulyakan orang lain. Kamu sering memberikan sesuatu kepada tetangga-tetang­ga kita. Terkadang aku malu karena yang kau berikan adalah hal-hal yang sederhana. “Malu ah ngasih ke tetangga segitu. Nggak level buat mereka.” Ternyata sikap perhatianmu kepada tetangga inilah yang membuat mereka mencintaimu.

Kamu mengatakan kepada pembantu kita, “Kumpulkan teman-teman yang lain, nanti saya yang membimbing bacaan Qurannya.” Dengan sabar kamu melatih mereka membaca Quran. Kau pun membelikan peralatan memasak sebagai hadiah kepada mereka yang lulus dan melanjutkan bacaan ke jilid berikutnya. Pernah kau melihat salah seorang diantara mereka sedang berlatih mandiri di rumahnya. Kau berkata, "Bahagianya aku Bi melihat mereka mau melatih bacaan secara mandiri.” Sampai terucap dari mulut pembantu kita, “Bu, saya ini mendapat hidayah dari tangan Ibu lho.”

Terkadang aku lupa untuk memberikan uang belanja, ketika kutanya engkau menjawab,”Aku pakai uang daganganku”. Kau­ kadang membelikanku baju sebagai hadiah ulang tahunku. Aku memang seorang yang berprinsip minimalis, terkadang jika ada barang yang menurutmu harus dibeli, aku mengatakan bahwa itu tidak perlu dibeli, kita da’i tidak usah terlalu mengejar kesempurnaan. Seperti biasa kau pun mengalah dan berkata, "Ya sudah pake uang aku aja.”

Ketika engkau mengalami pendarahan saat melahirkan anak kita yang ke delapan, engkau mengalami step. Sungguh hancur hatiku melihatmu menderita. Ketika dokter mengatakan butuh tiga kantung darah, aku segera keluar berlari menuju PMI tanpa sempat mengambil alas kaki. Aku sangat takut kehilangmu. Ketika diberitahu bahwa putra kita telah meninggal, aku sudah tidak peduli lagi, “Tolong selamatkan istri saya dok.” Setelah dioperasi kau sempat tersadar, aku tidak tega untuk mengatakan bahwa putra kita telah meninggal. Aku tidak ingin kau tahu bahwa kandungan yang sangat kau cintai dan sering kau elus-elus dengan penuh cinta telah mendahuluimu.

Dokter mengatakan bahwa kondisi sangat kritis, biasanya kondisi ini berakhir dengan kematian. Dengan kesedihan yang terus mengelayuti aku berkata, ”Umi tidak usah ngomong apa-apa, semua abi yang urus, Umi nyebut Allah saja.” Aku berharap seandainya Allah memanggilmu, maka ucapan terakhirmu adalah Allah. Walau tidak ada suara yang kudengar, kulihat mulutmu menyebut nama Allah dua kali. Saat itu aku bernazar, aku pun bertawashul dengan segala amalku agar Allah memberikan kesempatan agar engkau masih bisa bersamaku. Dan ternyata anak-anak kita bercerita bahwa saat itu di rumah mereka juga bernazar agar ibu mereka selamat.

Dengan sisa harapan yang tersisa di hatiku, aku berusaha membangkitkan semangatmu, ”Cep­at sembuh, anak-ana­k kita menunggumu di rumah.” Engkau mengangguk-angg­uk. Ternyata Allah SWT sangat mencintaimu. Allah SWT ingin memberimu karunia syahid. Kematianmu karena melahirkan putra kita menunjukkan bahwa Allah ingin memberikan yang terbaik untukmu. Sebagaimana Rasulullah mengatakan bahwa wanita yang mati karena melahirkan termasuk orang-orang yang mati syahid.

Seorang shahabatmu, Ustadzah Mahmudah, menelponku, "Mba Robi itu kalau saya perhatikan sangat khusyuk kalau memimpin doa atau mengaminkan doa. Kalau berdoa, saat kalimat wa amitha 'ala syahaadati fii sabiilik (matikanlah jiwa kami dalam syahid di jalan-Mu) sering saya lihat mba Robi meneteskan air mata. Ternyata kita memang tidak boleh meremehkan kekuatan doa.”

Pak Emil tetangga kita berkata, ”Saya tidak pernah berinteraksi dengan almarhumah. Hanya istri saya yang bergaul dengannya. Tapi kepergiannya membuat saya merasa kehilangan sampai dua hari”. Mungkin dia shock karena melihat istrinya terguncang.

Ustadzah Sujarwati berkata, "Saya mengisi pengajian dekat SMPN 10, mereka bercerita bahwa almarhumah ustadzah Robiah yang merintis majelis ta’lim ini. Mereka semua kemudian menangis karena teringat istri sampeyan.” Banyak yang terkejut dengan kepergianmu. Ada yang baru mendengar kematianmu, datang ke rumah untuk kemudian menangis karena kehilanganmu.

Hari kematianmu menjadi saksi atas kesholihanmu. Begitu banyak yang datang untuk memberikan penghormatan kepadamu. Ustadz Muslim mengatakan, "Sahabat-sahabat­nya dari pesantren Al Amin, Madura sudah siap-siap mau beli tiket untuk ke Balikpapan, tapi mendengar jenazah akan di bawa ke Samarinda mereka tidak jadi datang.” Beberapa ustadz datang dari Samarinda. Bahkan Ustadz Masykur Sarmian, Ketua DPW PKS Kaltim pun datang dari Samarinda dan menjadi imam yang mensholatimu. Aku pun melihat ustadz Cahyadi Takariawan, penulis buku dari Yogya, hadir di masjid itu. Mungkin Allah sengaja mengutus orang-orang sholih tersebut untuk mensholatimu dan menyempurnakan pahalamu. Motor-motor memenuhi jalan masuk ke komplek kita. Seseorang dengan heran mengatakan bahwa kemarin kepala kantor meninggal di komplek ini yang datang nggak sebanyak ini. Ini cuma ibu rumah tangga kok banyak banget yang datang.

Sesudah disholatkan di masjid Balikpapan, engkaupun dibawa ke Samarinda. Sampai di masjid Ar Raudhah, Aku melihat KH. Mushlihuddin, LC Koordinator Qiroati untuk Kalimantan hadir di sana. Kamu sering berkata bahwa kamu sudah menganggap beliau, guru mu membaca Quran, seperti ayah sendiri. Kecintaanmu kepada Quran membuat kamu mencintai beliau yang selalu komitmen berjuang menegakkan Al Quran di muka bumi. Sering kamu mengatakan bahwa kamu kangen dengan gurumu, ustadz Mushlih. Segera aku meminta beliau untuk menjadi imam sholat jenazah untukmu.

Kakakmu, Ibu Mursyidah berkata, ”Kepergiannya persis seperti ayahnya, KH. Abdul Wahab Syahrani. Disholatkan dari masjid ke masjid.” Sebelum meninggal beliau berwashiat untuk dikuburkan di Kotabangun. Karena washiat itu beliau disholatkan di tiga masjid di tiga kota oleh murid-murid beliau. Pertama disholatkan di Islamic Centre Samarinda, kemudian disambut oleh Bupati Kutai Kartanegara (Beliau adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia Kab. Kukar) dan disholatkan di masjid agung Tenggarong, kemudian disholatkan kembali oleh murid-murid beliau di masjid Kotabangun.

Dengan lelehan airmata aku ikut memandikanmu, mengangkatmu, memasukanmu ke liang lahat. Seseorang berkata, "Antum duduk saja biar yang lain saja.” Tidak, Aku tidak mau kehilangan kesempatan ini. Aku sudah kehilangan kesempatan membahagiakanmu­ di dunia. Aku sudah kehilangan kesempatan membalas dengan baik pelayananmu kepadaku. Biarlah hari ini aku melayanimu walaupun sekedar mengurus jasadmu.

Terimakasih istriku, selama hidupmu kau selalu berusaha tidak merepotkanku. Ketika aku ke bengkel untuk menambal ban, aku mengabarkan kematianmu dan memohon doa untukmu. Tukang tambal ban, mendoakannya dan berkata, "Istri sampeyan sering ke sini sendiri, menuntun sepeda motor untuk menambal ban, atau kadang ganti ban motor”. Sekuat tenaga ku tahan airmataku. Aku tahu sebenarnya itu adalah tugasku. Kubayangkan adakah wanita lain yang mau menuntun motor ke bengkel untuk menambal ban karena tidak ingin merepotkan suaminya.

Mungkin kamu saat ini telah tersenyum bahagia bercanda bersama Abdullah, putra kita. Mungkin kamu sudah bertemu dengan ayah ibumu yang sangat kamu cintai. Walaupun aku betul-betul kehilanganmu, aku tahu bahwa karunia syahid yang Allah SWT berikan kepadamu adalah yang terbaik untukmu.

Istriku, aku menulis ini untuk menumpahkan rindu yang bergejolak di hatiku. Aku juga berharap agar orang yang membacanya mau meringankan lidahnya untuk mendoakanmu. Aku berharap tulisan ini dapat membalas jasamu kepadaku. Sungguh betapa lambatnya hari-hari berlalu tanpamu. Ingin rasanya aku segera masuk ke surga agar dapat bertemu kembali denganmu. Selamat jalan Khadijahku.....

Balikpapan, hari ke sembilan belas tanpamu di sisiku

Yang bersyukur mendapatkanmu

Suamimu,
Abu Muhammad

Minggu, 13 Januari 2013

Subhanallah...

Bismillah
Assalamu'alaikum Warohmatullah


> senyuman sang Jenazah.. apa yang dilihatnya sehingga ia dapat tersenyum lebar seperti itu? 
Bagaimanakah dengan kita ? Wallahu'alam

Rabbani - Pergi Tak Kembali (MALAM MINGGUKU BERSAMA-MU)



Betapa nikmat malam mingguMu kali ini Ya Robb...
bagaimana aku mengungkapkan perasaan ini...
betapa bahagianya hari ini 
setelah di hujamkan materi dan kisah inspiratif dari Murobbi dan beberapa Ukhti tentang...
 MATI!
BAIK kah??? atau BURUK kah?? Akhir kita???

semoga rasa ini selalu menyeruak dalam diri..
merasakan bahwa lilitan problema kehidupan lenyap seakan tak berarti..
aku tak gentar... 
semua sudah di aturNya dengan sangat rapi..

kita lahir sendiri..
kembali pun akan sendiri..

UjianNya pada HambaNya..
adalah persiapan bekal untuk dibawa sendiri dihadapanNya
dipertanggungjawabkan sendiri dihadapanNya..

Astagfirullaaahhh...

Kumpulkan aku selalu pada orang-orang yang mencintaiMu..
maafkan kesalahanku yang lalu..

KADO CINTA UNTUK BAPAK

Bismillah...

 Ya Allah,
Kau ciptakan kami dari tiada, menjadi ada
Kemudian Kau kembalikan kami kepada-Mu
Kehidupan kami bejalan dan berputar
sesuai dengan kehendak-Mu

Ya Allah,
Hari ini tiba juga Bapak di usia ini
Hari di mana Bapak akan menjadi lebih bijaksana
Hari di mana Bapak akan menjadi lebih dekat dengan-Mu
Hari di mana Bapak akan bisa menjadi teladan bagi orang lain

Ya Allah,
Panjangkanlah usia Bapak agar hidup beliau menjadi lebih bermanfaat bagi orang lain
Panjangkanlah usia Bapak agar beliau dapat lebih memandang hidup
dengan penuh makna dalam kebesaran-Mu
Panjangkanlah usia Bapak agar beliau dapat membimbing keluarganya
 untuk dapat tunduk dan berbakti kepada-Mu
Panjangkanlah usia Bapak agar beliau dapat lebih bersyukur
atas nikmat dan rizqi yang Engkau anugerahkan kepadanya

Ya Allah,
Jadikanlah Bapak menjadi hamba-Mu yang khusyu’ dan tawadhu’
dalam menerima hikmah dan berkah-Mu
Bertambah usia dalam hitungan kami
 berkurang pula usia Bapak dalam hitungan-Mu


Semoga Bapak menjadi salah satu Ahlul JannahMu
bantu kami menghantarkan Bapak menuju RedhoMu

KAMI SAYANG BAPAK..
(Mama, Ka Ibah, Ade Uni, Ade Yayah)

SEMOGA ALLAH SELALU SAYANG BAPAK..

dedicated untuk lelaki tertampan dalam Rumah kami... didalam Hidup Kami ^_^ 





KETIKA ALLAH TUNJUKKAN SUATU KEBENARAN DAN KUASA-NYA

Bismillah
Assalmu'alaikum Warohmatullah..

 
 Alhamdulillah, Halaqoh hari ini terasa sangat berbeda.. selama kurang lebih 3 jam kami semua membahas tentang dimensi Medis Sujud, keajaiban Sholat, Kisah Inspiratif pertolongan Allah dibalik sholat, hingga KEMATIAN..
 dan materi terakhir inilah sebagai penyempurnanya. entah aku tak mampu menggambarkan perasaanku saat itu. aku ingin duduk lebih lama mendengarkan banyak lagi kisah-kisah tentang akhir hidup Khusnul maupun Su'ul Khotimah..  
Lahaula walaa quwwata illabillah..
cerita ini merupakan cerita dari Murobbiyah kami,  Semoga jadi pelajaran buat kita semua....
Bismillahir-Rah maanir-Rahim ... 
Kisah ini diceritakan oleh seorang ustaz yang bertugas memandikan mayat orang Islam di hospital. Lebih kurang jam 3.30 pagi, saya menerima panggilan dari Hospital Tengku Ampuan Rahimah Klang, Selangor untuk menguruskan jenazah lelaki yang sudah seminggu tidak dituntut. Di luar bilik mayat itu cukup dingin dan gelap serta sunyi dan hening.

Hanya saya dan seorang penjaga bilik tersebut yang berada dalam bilik berkenaan. Saya membuka dengan hati-hati penutup muka jenazah. Kulitnya putih, badannya kecil dan berusia awal 20-an. Allah Maha Berkuasa. Tiba-tiba saya lihat muka jenazah itu sedikit demi sedikit bertukar menjadi hitam. Mulanya saya tidak menganggap ia sebagai aneh, namun apabila semakin lama semakin hitam, hati saya mula bertanya-tanya. Saya terus menatap perubahan itu dengan teliti, sambil di hati tidak berhenti-henti membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Detik demi detik berlalu, wajah jenazah semakin hitam. Selepas lima minit berlalu, barulah ia berhenti bertukar warna. Ketika itu wajah mayat berkenaan tidak lagi putih seperti warna asalnya, tetapi hitam seperti terbakar. Saya keluar dari bilik berkenaan dan duduk termenung memikirkan kejadian aneh yang berlaku itu. Pelbagai pertanyaan timbul di kepala saya apakah yang sebenarnya telah terjadi? Siapakah pemuda itu? Mengapa wajahnya bertukar hitam? Persoalan demi persoalan muncul di fikiran saya.

Sedang saya termenung tiba-tiba saya dapati ada seorang wanita berjalan menuju ke arah saya. Satu lagi pertanyaan timbul, siapa pula wanita ini yang berjalan seorang diri di bilik mayat pada pukul 4.00 pagi. Semakin lama dia semakin hampir, dan tidak lama kemudian berdiri di hadapan saya. Dia berusia 60-an dan memakai baju kurung.

Ustaz," kata wanita itu."Saya dengar anak saya meninggal dunia dan sudah seminggu mayatnya tidak dituntut. Jadi saya nak tengok jenazahnya." kata wanita berkenaan dengan lembut.

Walaupun hati saya ada sedikit tanda tanya, namun saya membawa juga wanita itu ke tempat jenazah tersebut. Saya tarik laci 313 dan buka kain penutup wajahnya

"Betulkah ini mayat anak mak cik?"tanya saya."Mak cik rasa betul... tapi kulitnya putih."Makcik lihatlah betul-betul." kata saya. Selepas ditelitinya jenazah berkenaan,wanita itu begitu yakin yang mayat itu adalah anaknya. Saya tutup kembali kain penutup mayat dan menolak kembali lacinya ke dalam dan membawa wanita itu keluar dari bilik mayat. Tiba di luar saya bertanya kepadanya.

"Mak cik, ceritakanlah kepada saya apa sebenarnya yang berlaku sampai wajah anak mak cik bertukar jadi hitam?" tanya saya.Wanita itu tidak mahu menjawab sebaliknya menangis teresak-esak.Saya ulangi pertanyaan tetapi ia masih enggan menjawab.Dia seperti menyembunyikan sesuatu."Baiklah, kalau mak cik tidak mahu beritahu,saya tak mahu uruskan jenazah anak mak cik ini. "kata saya untuk menggertaknya.

Bila saya berkata demikian, barulah wanita itu membuka mulutnya.Sambil mengesat airmata, dia berkata,"Ustaz, anak saya ni memang baik,patuh dan taat kepada saya.Jika dikejutkan di waktu malam atau pagi supaya buat sesuatu kerja,dia akan bangun dan buat kerja itu tanpa membantah sepatahpun.Dia memang anak yang baik.Tapi..." tambah wanita itu lagi "apabila makcik kejutkan dia untuk bangun sembahyang,Subuh misalnya, dia mengamuk marahkan mak cik.Kejutlah dia, suruhlah dia pergi ke kedai,dalam hujan lebat pun dia akan pergi, tapi kalau dikejutkan supaya bangun sembahyang,anak makcik ini akan terus naik angin.Itulah yang mak cik kesalkan." kata wanita tersebut.

Jawapannya itu memeranjatkan saya.Teringat saya kepada hadis nabi bahawa barang siapa yang tidak sembahyang,maka akan ditarik cahaya iman dari wajahnya.Mungkin itulah yang berlaku.Wajah pemuda itu bukan sahaja ditarik cahaya keimanannya,malah diaibkan dengan warna yang hitam.

Selepas menceritakan perangai anaknya,wanita tersebut meminta diri untuk pulang.Dia berjalan dengan pantas dan hilang dalam persekitaran yang gelap.Kemudian saya pun memandikan, mengapankan dan menyembahyangkannya.

Selesai urusan itu, saya kembali ke rumah semula.Saya perlu balik secepat mungkin kerana perlu bertugas keesokan harinya sebagai imam di Masjid Sultan Sallehuddin Abdul Aziz Shah, Shah Alam.Selang dua tiga hari kemudian, entah kenapa hati saya begitu tergerak untuk menghubungi waris mayat pemuda tersebut. Melalui nombor telefon yang diberikan oleh Hospital Tengku Ampuan Rahimah,saya hubungi saudara Allahyarham yang agak jauh pertalian persaudaraannya.

Selepas memperkenalkan diri, saya berkata,"Encik, kenapa encik biarkan orang tua itu datang ke hospital seorang diri di pagi-pagi hari.Rasanya lebih elok kalau encik dan keluarga encik yang datang sebab encik tinggal di Kuala Lumpur lebih dekat dengan Klang."Pertanyaan saya itu menyebabkan dia terkejut,"Orang tua mana pula?" katanya.

Saya ceritakan tentang wanita berkenaan, tentang bentuk badannya,wajahnya, tuturannya serta pakaiannya."Kalau wanita itu yang ustaz katakan,perempuan itu adalah emaknya, tapi.... emaknya dah meninggal lima tahun lalu!"Saya terpaku, tidak tahu apa yang hendak dikatakan lagi.Jadi 'apakah' yang datang menemui saya pagi itu?

Walau siapa pun wanita itu dalam erti kata sebenarnya,saya yakin ia adalah 'sesuatu' yang Allah turunkan untuk memberitahu kita apa yang sebenarnya telah berlaku hingga menyebabkan wajah pemuda berkenaan bertukar hitam.Peristiwa tersebut telah terjadi lebih setahun lalu, tapi masih segar dalam ingatan saya.Ia mengingatkan saya kepada sebuah hadis nabi,yang bermaksud bahawa jika seseorang itu meninggalkan sembahyang satu waktu dengan sengaja,dia akan ditempatkan di neraka selama 80,000 tahun.Bayangkanlah seksaan yang akan dilalui kerana satu hari di akhirat bersamaan dengan seribu tahun di dunia.
Kalau 80,000 tahun?

Ingatlah..azab meninggalkan solat fardhu ini amat dahsyat dan tidak putus-putus seksaannya dari kehidupan dunia hinggalah kehidupan akhirat..Semoga kita semua mengambil iktibar dari cerita ini dan menjadi orang yang sentiasa menjaga solat,InsyaAllah..

Wallahu’alam bishshawab, .. 
___
"dan orang-orang yang melalaikan sholatnya 
maka akan ditarik cahaya keimanan dari wajahnya" 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “(Pembeda)antara seseorang dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (HR Muslim) 

“Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya. Kecuali golongan kanan. Berada di dalam surga, mereka tanya menanya. Tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa. ‘Apakah yang memasukkan kamu ke dalam (neraka) Saqar? Mereka menjawab, ‘Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat. Dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin. Dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama orang-orang yang membicarakannya.” (Al-Muddatstsir: 38-45)
 

Sabtu, 12 Januari 2013

KHUSNUL atau SU'UL KHOTIMAH KAH KITA ?

Bismillah
Assalamu'alaikum Warohmatullah...




Saudaraku...
hidup ini hanyalah sebuah perjalanan..
yang akhirnya akan sampai pada tujuan
ibarat air yang mengalir, ia akan sampai pada muaranya..
ibarat matahari yang terbit di ufuk timur, ia akan tenggelam di ufuk barat..

begitulah..
tiap-tiap yang bernyawa pasti akan mati
sekalipun ia bersembunyi dibalik lubang semut yang kecil
beruntunglah..
siapapun yang selalu ingat akan dekatnya ajal kematian..
apalagi membuatnya semakin ingat akan noda dan nista dirinya

karena itu wahai saudaraku..
rasanya tak ada yang dapat di sombongkan di dunia ini
Keangkuhan hanyalah bukti dari Kebinasaan..
seindah apapun wajah yang dimiliki
suatu hari akan berkerut..
sekaya apapun harta yang dipunyai
suatu saat tiada berguna...
dan setinggi apapun pangkat dan jabatan yang disandang
suatu hari nanti akan berakhir dengan pensiun

saudaraku...
renungilah detik-detik hidup ini..
Bertafakkur atas Kelemahan dan Kekurangan diri
bila kita lahir terbungkus ari-ari...
lalu berbungkus baju..
suatu hari nanti akan berbungkus kain kafan..
bila dahulu wajah ini indah menawan..
lalu pudar dan keriput
mata begitu tajam, lalu mulai rabun..
rambut begitu hitam, kini mulai memutih..
tubuh yang kuat dan perkasa
sekarang mulai melemah dan sakit-sakitan

semua itu hanyalah renungan atas kekurangan dan kelemahan diri
betapa hidup ini hanya sebentar...
dan maut dapat menjemput setiap waktu
tanpa ada yang tahu...

semoga ini menjadi INGATAN bagi kita yang lupa diri..
menjadi PENYEJUK bagi siapapun yang gundah gulana
menjadi CERMIN AMAL bagi setiap insan
semoga Allah menghujamkan HidayahNYA dihati kita..

aamiin....

Al qur’an sebagai Landasan Hidup Muslim

Bismillah
Assalamu'alaikum Warohmatullah



Terima kasih kepada Ustadz Fathul Ahadi untuk selalu mengingatkan saya melalui kiriman email-emailnya yang sangat..sangat bermanfaat..
saya post-kan ini, semoga bermanfaat untuk yang membaca pula..
 
(mari kita sebarkan sebanyak-banyaknya kebaikan dari Allah SWT...)
 
Ada orang yang berpikir bahwa agama hanyalah meliputi ritual yang terbatas pada waktu-waktu tertentu–bahwa hidup hanya terdiri atas waktu sholat dan waktu lainnya. Mereka memikirkan Allah dan hidup setelah mati hanya di saat mereka berdoa, berpuasa, bersedekah, atau naik haji ke Mekah. Di waktu lain mereka tenggelam dalam urusan dunia. Hidup di dunia ini bagi mereka adalah perjuangan tanpa arah yang jelas. Orang semacam itu hampir memisahkan diri dari Al Qur'an sepenuhnya dan memiliki tujuan sendiri dalam hidup, pemahaman sendiri mengenai akhlak, pandangan sendiri mengenai dunia dan pedoman nilainya. Mereka tidak mengerti apa arti ajaran Al Qur'an sebenarnya.
Sangat banyak sekali orang yang membaca Al-Qur’an, namun anda tidak menemukan pengaruhnya pada prilaku, akhlak dan pergaulan mereka. Bahkan sebaliknya anda temui sebagian mereka akhlaknya tidak terpuji, pergaulan dan mu`amalatnya kasar dan kaku, baik terhadap keluarga, tetangga ataupun terhadap orang lain. Padahal, demi Allah….. itu bukan akhlak dan prilaku yang patut dimiliki oleh seorang muslim yang suka membaca dan menghayati Kitab Suci Al-Qur’an? Lalu dimana pengaruh Al-Qur’an terhadap jiwa mereka.....???Bacaan alqur’an mereka Cuma sebatas tenggorokan saja ..!!!!
Kondisi seperti itu tidak dianggap oleh mereka sebagai kemungkaran dan pada gilirannya datanglah kekuasaan berikutnya yang menjadikan bid`ah sebagai pengganti Sunnah, emosi sebagai pengganti akal, hawa nafsu sebagai pengganti petunjuk, kesesatan sebagai pengganti hidayah, kemunkaran sebagai pengganti yang ma`ruf, kebodohan sebagai pengganti ilmu, riya sebagai pengganti keikhlasan, kebatian sebagai pengganti yang haq, dusta sebagai pengganti kejujuran, berpura-pura sebagai pengganti nasihat dan kezhaliman sebagai pengganti keadilan.kekerasan sebagai pengganti kasih sayang, Maka yang dominan adalah perkara-perkara batil tersebut dan para pelakunya menjadi orang yang dihormati, padahal seb elumnya yang ditegakkan adalah sebaliknya dan para penegaknya mendapatkan acungan jempol dan pusat perhatian.
Jadikan Al qur’an dan As sunnah pedoman hidup
Sebagai umat muslim, Al Quran dan As Sunnah adalah pedoman tetap yang tidak dapat di gantikan oleh apapun juga. Al Quran sebagai kitab suci umat Islam yang bernilai Robbani memiliki kandungan yang sangat menyeluruh dan berlaku sepanjang masa bagi seluruh umat manusia. Yang akan memberikan petunjuk bagi seluruh manusia yang beriman kepada Allah swt dan Al Quran, sehingga tidak akan salah dan tersesat dalam menjalani kehidupan di dunia yang fana ini. Sementara As Sunnah akan memberikan penjelasan-penjelasan secara rinci mengenai kandungan Al Quran yang memang dapat dikatakan sebagai kitab suci yang menggunakan bahasa sastra tingkat tinggi tersebut.
Kehidupan adalah sebuah perjalanan yang cukup panjang bagi manusia, yang di dalamnya terdapat banyak peristiwa, permasalahan, dan berbagai macam aktivitas yang harus di laluinya, suka atau tidak suka. Banyak hal-hal baru yang senantiasa menanti manusia di hari esoknya. Oleh karena itu, manusia hendaknya senantiasa mengintensifkan kontaknya dengan pedoman hidup mereka, yaitu Al Quran dan as sunnah bagi umat muslim. Wallahu a’lam.
Wasalam
Fathul Ahadi

Jumat, 11 Januari 2013

NASIHAT SI ADE JUM'AT INI ...

Bismillah
Assalamu'alaikum Warohmatullah...




Ibnul Qoyyim Rohimahullah berkata :

"Cinta yang terpuji adalah cinta yang memberikan manfaat kepada orang yang dicintai untuk kebahagiaan dunia dan akhiratnya. Cinta inilah yang menjadi asas kebahagiaan. Sedangkan cinta tercela adalah cinta yang mencelakakan pelakunya di dunia dan akhirat serta membawanya ke pintu kenistaan dan menjadikannya sumber penderitaan dalam jiwanya."



Nikmat tuhanmu mana yang dapat kamu dustakan?

Bismillah
Assalamu'alaikum Wr Wb.


Alhamdulillah, Jum'at yang penuuhh Barokah!
dari kemarin siang setelah menyelesaikan tugas "negara" untuk temani teman-teman panitia infest present even ini di ISC, aku langsung kembali ke kolej. entah kenapa perasaanku saat itu sanga deg...deg-an.. ga seperti semester lalu ketika mau menghadapi exam, cukup tenang (alias santai.. :D

dan benar ternyata...
banyak hal yang membuatku saat itu tak tenang...
1. Tugas untuk besok belum kelar..
2. aku jadi terbayang tugas-tugasku yang lain (Proposal infest, artikel Forkomwat, artikel / jurnal asertif untuk ade2 UNAIR, e-book EQ untuk kawan konselingku di Semarang) 
3. Belajar untuk exam esok harinya
4. dan terakhir, aku jadi terbanyang wajah Dr. Faizah - Supervisorku... >,<

waahhh, subhanallah... Se-su-wa-tu !!! Ya Allah saat itu aku berpikir, bisakah aku menyelesaikannya !!!! dalam gamang + galaunya hati memikirkan "Nasib" tugas2 yg belum kelar itu, aku coba untuk mensengajakan pikiranku, membayangkan tempat-tempat dan negara-negara impianku.. haha... daripada Galau mending buka Dream Book! ^^'

sambil berjalan kaki menuju kolej, aku pasang headset dan kuputarlah album lagu2 di HP-ku.. serasa jalanan itu milik pribadi, senyum-senyum sendiri ngebacain DB 2013ku yang penuh "kegilaan". haha... tapi sekali lagi, aku YAKIN bisa mewujudkannya satu-persatu!

well, udah hampir sampai, tiba2 nisa telp dan huaaa... kunci kamar dengan dia. kasihan Nisa, harus balik lagi dari tempat rapat untuk antarkan kunci kamar. Jazakillah cha-cha ^_^'..

hingga sampai kamar, ku lihat jam sudah menunjukkan pukul 12.00 siang. wah sudah cukup terlambat! pikiranku kembali teringat tugas-tugas yang menyesakkan itu. tapi harus ku selesaikan semua... satu-persatu... 

kalau kata Nisa... 3P " Perlahan tapi Pasti"!

kalau kata sahabatku - Ana .... Just Do It!!!

kalau kata sahabatku - Saliha ....
 "Sayang diri, Tarik nafas, Belai-belai, tepuk-tepuk, pujuk-pujuk. BUAT!!! ulang bila perlu... Bismillah...

dan kalau kata de Tasya (yang abiz berkali-kali menamatkan film 3 Idiot) - 
All is Well...All is Well... All is Well.... :D

dan pelengkap - penyempurna dari semua itu, kata Tuhanku :
La yukallifullahu nafsan illa wus'aha... 
Allah tidak akan membebani hambaNya melainkan sesuai dengan kemampuan kita.


aahhhh... Robb... Indahnya Islam itu..
terima kasih sahabat-sahabatku...
terima kasih ya Allah...

aku mulai semua kerjaku dengan setoran 2 rakaat kepadaNya...
aku tak tahu, ini sholat apa namanya? hanya kuniatkan agar sebelum aku selesaikan satu persatu urusan ini, aku bisa lebih tenang.. insya Allah.

setelah itu, mulailah aku mengaliensikan diri dan teraliensikan oleh keadaan...
waktunya FOKUS BELAJAR!

____

hingga larut malam sambil menunggu Nisa pulang dari Library, aku terus berada dimeja belajar dan depan laptop perjuangan ini. sesekali jika bosan ku buka-buka kembali FB, Twitt, dan artikel2 langganan yg masuk ke email. dan kembali mengaliensikan diri... rehat lagi... "menjadi alien lagi"... rehat lagi... waktunya buka puasa dan maghrib dan isya. 

setelah isya ku lanjutkan menyiapkan senjata tempur untuk besok.. yap.. target dalam DBku untuk sukses final exam mata kuliah ini harus tercapai. insya Allah usahakan semuanya maksimal, selanjutnya Tawakkaltu 'alallah..

"Fa idza azzamta fatawaqal 'alallah." 
Kalau sudah berazzam maka bertawakallah kepada Allah. :') 

siang ku jadikan waktu untuk belajar persiapan exam besok.. dan setelah isya, kulanjutkan dengan membuat last assignmentku itu. sesekali ku tinggalkan ia tidur, dan terbangun lagi... tidur lagi... bangun lagi (malam jum'atku jadi pengikut almarhum Mbah Surip >,< hihi...

waktu menunjukkan pukul 4:40 am - kali ini ga akan kubiarkan mataku terus dimanjakan dengan perasaan kantuk. saatnya minta banyak-banyak ke Allah..

dan setelah subuh cepat-cepat  mandi dan berpakaian rapi, lalu kulanjutkan finishing semua tugasku plus baca-baca bahan ujian. dan Alhamdulillah semua tepat pada waktunya. pukul 8.30 selesailah semua tuags-tugasku, semua telah diprint, tinggal menunggu dijemput saliha ^^'

masih ada waktu sedikit sebelum pukul 9..."Dugem" dulu (Dhuha gembira (^o^) .. dan tepat ketika salam, Saliha menelpon.. dan Meluncuuurrrrrrr...............

Rabbi Yassir wala tu'assir..
Rabbi tammim bi khair.. 


Y Allah permudahkanlah jgn d.prsulit..
Y Allah smpurnakan dgn k'baikan.. :)

Bismillah... :')
___

N24 bilik kuliah 7...
ruangan besar yang membuat hatiku bergidik.. wow, ruangan yg sangat besar dengan tipe kursi dan meja bertangga membuatku benar-benar menghadapi sebuah UJIAN !! (Lebay... :D

tak ada satupun mahasiswa yang bersuara..
yang terdengar hanyalah suara berisik kertas, dan suara AC yang membuat makin beku suasana..
dan setelah mengisi semua data diri di lembar jawaban..
Dr. Azlina mengambil Mic dan berkata... all of u only have 3 hours to answer all the questions. so, Let's Pray to Allah.. and Do it!!!

Sunyi....
diam....
mencekam >.< haha...

dan sreeetttttt... ketika ku buka lembar soalan, betapa Maha Pengasihnya Allah-ku..
Alhamdulillaaahhhh...
Semua Allah mudahkan...Allah berikan pertolonganNya...
soal ujian yang ada dihadapanku sekarang, sama dengan soal ujian tahun lalu..
yang bermakna, sama dengan soal latihan yang kukerjakan (sampai mau muntah-muntah) siang kemarin!
Alhamdulillah "senjata tempur" alias nota jawaban soal-soal yang ku buat siang itu berguna...sangaaattt berguna...

Alhamdulillaaaahhh.... (^o^)

MAKA NIKMAT TUHANMU MANAKAH YANG DAPAT KAMU DUSTAKAN? !



next....

Artikel Forkomwat ^_^

mumpung hujan diluar...
Allahumma sayyiban Nafi'an..
Ya Allah... selalu tolong hamba disetiap urusan hamba..
jgn palingkan hamba untuk tidak bersyukur dan ibadah kepadaMu...
aamiin.